Showing posts with label Tutorial Komputer. Show all posts
Showing posts with label Tutorial Komputer. Show all posts

Pengertian, Kelebihan dan kelemahan Sistem Operasi GUI (Graphical User Interface)

Pengertian Sistem Operasi GUI (Graphical User Interface)

Operasi GUI atau Graphical User Interface adalah sistem operasi komputer yang menggunakan antar muka atau tampilan grafis. Tampilan ini akan memudahkan pengguna untuk mengakses dan menjalankan komputer. Cursor pada layar yang sangat mudah digerakkan menggunakan mouse, sistem operasi jenis ini sangat cocok untuk pemula. Pada layar desktop juga disediakan berbagai macam tool dan shorcut yang memudahkan kita untuk mengakses aplikasi tertentu. Pada antarmuka GUI terdapat jendela, menu, tombol, icon, dll yang didesain supaya pengguna lebih mudah, nyaman, dll (user friendly) dalam berinteraksi dengan sistem operasi atau aplikasi.


Baca Juga: Hal-hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Melakukan Instalasi Sistem Operasi

Sistem operasi berbasis GUI merupakan sistem operasi primadona dijaman sekarang. Para pengembang sistem operasi berlomba-lomba untuk menyempurnakan tampilan agar lebih mudah digunakan dan lebih menarik.

Baca Juga: Pengertian dan Macam Sistem Operasi Jaringan Komputer

Contoh sistem operasi berbasis GUI yang paling banyak digunakan adalah sistem operasi keluarga windows, linux dan Mac OS:

Sistem Operasi Microsoft Windows:

  • Windows Xp
  • Windows Vista
  • Windows 7
  • Windows 8
  • Windows 10

Sistem Operasi Linux:

  • Debian
  • Ubuntu
  • Kubuntu
  • Xandros
  • Mandrake
  • Fedora Core
  • Knoppix
  • Redhat

Sistem Operasi Mac OS:

  • Macintosh Versi PowerPC
  • Mac OS X

Kelebihan Sistem Operasi GUI (Graphical User Interface)

  • User friendly dan tampilan lebih menarik
  • Tidak perlu menghafalkan perintah untuk bisa menjalankan sistem operasi
  • Lebih mudah digunakan

Kekurangan Sistem Operasi GUI (Graphical User Interface)

  • Membutuhkan spesifikasi perangkat keras yang tinggi telebih pada VGA Card
  • Performa lebih lambat
  • Mudah terserang virus

Pengertian dan Macam-macam Partisi pada Sistem Operasi Linux

Pengertian Partisi Hardisk pada Komputer

Partisi adalah pembagian ruang kosong pada media penyimpanan yaitu hardisk. partisi ini biasanya ditujukan untuk memilah-milah data antara data sistem dan data berkas. Partisi umumnya dilakukan pada saat kita melakukan instalasi sistem operasi komputer.

Baca Juga: Pengertian dan Fungsi Hardisk Komputer



Jenis-jenis Partisi pada Sistem Operasi Linux

Ada banyak partisi yang bisa dibuat tergantung sistem operasi yang digunakan, apakah sistem operasi linux atau sistem operasi windows. Khusus untuk pembahasan kali ini, kami akan berbagi jenis-jenis partisi pada sistem operasi linux. Berikut merupakan partisi-partisi yang umum digunakan pada sistem operasi linux:

1. Root atau biasa diberi tanda (/) 
Partisi Root adalah partisi utama pada sistem operasi Linux. Peranannya mirip seperti drive C: pada sistem operasi Windows. partisi ini sangat penting sekali karena semua akses pada sistem operasi linux akan masuk melalui Root, jadi jangan sampai lupa password dari root. Partisi ini wajib dibuat pada sistem opeasi linux. Sistem file yang biasa digunakan untuk memformat partisi ini adalah ext4. Minimal besarnya partisi ini adalah 5 GB. Disarankan minimal 8 GB agar lebih leluasa menginstall program lainnya.

Baca Juga: Hal-hal Yang Harus Diperhatikan Sebelum Melakukan Instalasi Sistem Operasi

2. /home
Partisi /home adalah partisi untuk user. Partisi ini dapat berisi data user. Data ini yang nantinya akan dapat digunakan user untuk menyimpan berkas yang berupa berupa dokumen, gambar, audio, video dan konfigurasi aplikasi user. Ini serupa dengan folder Documents and settings atau Users pada Windows. Partisi ini dapat dijadikan satu dengan partisi root (/) atau pada partisi sendiri. Sistem file pada partisi juga biasanya menggunakan ext4. Besarnya partisini ini dapat ditentukan berdasarkan banyaknya data yang kemungkinan akan dihasilkan.

Baca Juga: Syarat Untuk Instalasi Server

3. /boot
Partisi Boot merupakan partisi yang berisikan aplikasi booting (menjalankan) sistem operasi. Partisi ini tidak wajib untuk dibuat. partisi ini hanya akan digunakan jika nanti user akan melakukan instalasi dengan menggunakan metode multi boot. Sistem filenya juga secara umum dapat menggunakan ext4.

Baca Juga: Metode-metode Instalasi Sistem Operasi Jaringan Komputer

4. Swap, atau Ruang SWAP
Partisi SWAP adalah partisi RAM pada sistem Linux. Partisi ini dapat digunakan sebagai RAM tambahan (memori virtual). Ini berguna pada saat sistem kehabisan RAM (fisik). Semakin banyak jumlah aplikasi yang dijalankan semakin besar jumlah RAM yang digunakan. Pada saat sistem kehabisan RAM, Linux dapat menggunakan partisi swap ini sebagai RAM tambahan. Dalam Linux ada istilah swapping yang digunakan untuk menunjukkan proses pemindahan page dari memori RAM ke swap. Page adalah blok-blok pada memori. Ukuran dari partisi ini minimal sama dengan besarnya RAM yang ada. Namun disarankan agar besarnya swap dua kali RAM. (Baca Juga: Pengertian dan Fungsi RAM Komputer)

Hal-Hal yang harus diperhatikan Sebelum Melakukan Instalasi Sistem Operasi

Instalasi sistem operasi adalah sebuah cara untuk memasukan data dan program dari sistem operasi ke dalam komputer. Ini dilakukan agar komputer bisa digunakan untuk melakukan pekerjaan, karena tanpa adanya sistem operasi maka komputer tidak bisa digunakan untuk apa - apa. Setelah kita install sistem operasi ke komputer maka sistem operasi tersebut akan menjadi antar muka dan penghubung antara user dan perangkat keras. Untuk itu sebelum melakukan instalasi sistem operasi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:

1. Struktur partisi yang akan digunakan
Pembagian pastisi adalah sebuah cara untuk membagi ruang media penyimpanan sehingga data yang disimpan didalam komputer bisa berada pada berkas yang berbeda-beda. Salah satu teknik yang digunakan untuk mengamankan data yang ada di komputer adalah dengan membuat partisi yang berbeda untuk sistem dan data. Dengan adanya pemisahan ini akan memungkinkan nantinya sistem tersebut di-upgrade tanpa mempengaruhi datanya. Pembagian ini juga dapat membantu dalam proses backup dan restore. Menentukan kapasitas partisi hardisk juga sangat penting karena partisi-partisi tersebut nantinya akan digunakan untuk menyimpan data dan program.

Baca Juga: Metode-metode Instalasi Sistem Operasi Jaringan Komputer

2. Penentuan jenis sistem file
Sistem file merupakan sistem manajemen file yang diterapkan sistem operasi untuk mengelola file-file yang tersimpan di harddisk. Ada banyak sistem file yang telah dikembangkan saat ini. Beberapa yang sering digunakan adalah FAT16/32, NTFS, HPFS, ext2, ext3, ext4. Setiap sistem operasi dapat memiliki lebih dari satu sistem file. Seperti Linux Ubuntu yang dapat mengelola hampir semua sistem file yang ada saat ini. Setiap sistem file yang dipilih memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing.

Baca Juga: Pengertian System File NTFS Beserta Kelebihan dan Kelemahannya


Saat ini telah banyak aplikasi yang dapat digunakan untuk mengolah partisi dan sistem file pada harddisk. Perubahan partisi yang dilakukan setelah instalasi dapat memungkinkan terjadinya kehilangan data. Oleh karena itu, diperlukan adanya perencanaan yang baik terkait penentuan struktur dan sistem file yang akan digunakan.