Showing posts with label Tutorial Jaringan Komputer. Show all posts
Showing posts with label Tutorial Jaringan Komputer. Show all posts

Pengertian dan Tugas Internet Protocol pada Jaringan Komputer

Pengertian Internet Protokol pada Jaringan Komputer

Internet Protokol adalah sebuah aturan atau standar yang digunakan untuk mengatur dan mengjinkan terjadinya hubungan antar komputer, komunikasi dan perpindahan data antara dua atau lebih titik komputer. Komputer-komputer menjadi bisa saling berkomunikasi satu sama lain dan saling bertukar informasi karena adanya internet protokol.


Baca Juga: Pengertian dan Fungsi Protokol Pada Jaringan

Tugas Internet Protokol pada Jaringan Komputer

Internet Protokol memiliki beberapa tugas sehingga antar komputer bisa saling berkomunikasi satu sama lain. Berikut adalah tugas-tugas Internet Protokol pada jaringan Komputer:

  • Internet Protokol bertugas untuk melakukan deteksi koneksi fisik
  • Internet bertugas untuk melaukan metode handshaking atau metode jabat tangan 
  • Internet Protokol bertugas untuk melakukan negosiasi berbagai macam karakteristik hubungan
  • Internet Protokol bertugas untuk mengawali dan mengakhiri suatu pesan/session
  • Internet protokol bertugas memformat pesan yang digunakan
  • Internet Protokol bertugas tentang apa yang dilakukan apabila terjadi error pada saat pengiriman data
  • Internet Protokol bertugas untuk mengkalkulasi dan menentukan jalur pengiriman
  • Internet Protokol juga berfungsi untuk mengakhiri suatu koneksi dalam jaringan
  • Baca Juga: Bagian-bagian Utama Protokol dalam Jaringan

Pengertian dan Fungsi Mikrotik pada Jaringan Komputer

Pengertian Mikrotik RouterOS pada Jaringan Komputer

Mikrotik adalah sebuah sistem operasi jaringan komputer yang memungkinkan untuk dapat digunakan sebagai router dalam jaringan. Mikrotik adalah salah satu sistem operasi atau perangkat lunak yang paling ringan dan simple untuk digunakan.

Mikrotik sendiri mempunyai banyak kelebihan  yang ditawarkan sehingga banyak orang yang menggunakannya. Mikrotik sangat baik untuk provider hotspot dan warnet karena kemampuannya dalam mengadministrasi jaringan komputer. Mikrotik mempunyai beberapa fitur yang sangat memudahkan seorang admin jaringan dalam memanajemen sebuah jaringan komputer seperti: Firewall dan NAT, Routing, Hospot, Web Proxy, DHCP dan masih banyak lagi.


Baca Juga: Router Komputer - Router PC

Fungsi Mikrotik pada Jaringan Komputer

Mikrotik menjadi primadona dalam pembuatan router dan administrasi dalam jaringan. Kemudahan dan tool yang sederhana membuat mikrotik menjadi pilihan banyak orang. Berikut adalah fungsi-fungsi mikrotik dalam jaringan komputer:

  • Dapat digunakan sebagai billing hotspot sehingga memudahkan dalam pengkonfigurasian  dan pembagian bandwitch pada jaringan.
  • Konfigurasi jaringan internet dapat dilakukan secara terpusat pada mikrotik sehingga memudahkan admin jaringan untuk mengelola jaringan tersebut
  • Dapat digunakan untuk memblokir situs-situs terlarang yang mengandung konten pornografi dengan menggunakan proxy sehingga tercipta penggunaan internet yang positif
  • Dapat digunakan untuk pembuatan PPPoE Server
  • Pengaturan dan Konfigurasi LAN dapat dilakukan dengan hanya mengandalkan PC Mikrotik Router OS dengan spesifikasi perangkat keras yang sangat rendah
  • Memisahkan bandwith traffic internasional dan local, dan lainnya
Selain itu mikrotik juga menawarkan kemudahan dalam instalasinya. Dengan mengikuti panduan yang diberikan maka dengan cepat dan mudah kita bisa melakukan instalasi Mikrotik pada komputer. (Baca Juga: Cara Instalasi Mikrotik)

Pengertian dan Macam-macam Partisi pada Sistem Operasi Linux

Pengertian Partisi Hardisk pada Komputer

Partisi adalah pembagian ruang kosong pada media penyimpanan yaitu hardisk. partisi ini biasanya ditujukan untuk memilah-milah data antara data sistem dan data berkas. Partisi umumnya dilakukan pada saat kita melakukan instalasi sistem operasi komputer.

Baca Juga: Pengertian dan Fungsi Hardisk Komputer



Jenis-jenis Partisi pada Sistem Operasi Linux

Ada banyak partisi yang bisa dibuat tergantung sistem operasi yang digunakan, apakah sistem operasi linux atau sistem operasi windows. Khusus untuk pembahasan kali ini, kami akan berbagi jenis-jenis partisi pada sistem operasi linux. Berikut merupakan partisi-partisi yang umum digunakan pada sistem operasi linux:

1. Root atau biasa diberi tanda (/) 
Partisi Root adalah partisi utama pada sistem operasi Linux. Peranannya mirip seperti drive C: pada sistem operasi Windows. partisi ini sangat penting sekali karena semua akses pada sistem operasi linux akan masuk melalui Root, jadi jangan sampai lupa password dari root. Partisi ini wajib dibuat pada sistem opeasi linux. Sistem file yang biasa digunakan untuk memformat partisi ini adalah ext4. Minimal besarnya partisi ini adalah 5 GB. Disarankan minimal 8 GB agar lebih leluasa menginstall program lainnya.

Baca Juga: Hal-hal Yang Harus Diperhatikan Sebelum Melakukan Instalasi Sistem Operasi

2. /home
Partisi /home adalah partisi untuk user. Partisi ini dapat berisi data user. Data ini yang nantinya akan dapat digunakan user untuk menyimpan berkas yang berupa berupa dokumen, gambar, audio, video dan konfigurasi aplikasi user. Ini serupa dengan folder Documents and settings atau Users pada Windows. Partisi ini dapat dijadikan satu dengan partisi root (/) atau pada partisi sendiri. Sistem file pada partisi juga biasanya menggunakan ext4. Besarnya partisini ini dapat ditentukan berdasarkan banyaknya data yang kemungkinan akan dihasilkan.

Baca Juga: Syarat Untuk Instalasi Server

3. /boot
Partisi Boot merupakan partisi yang berisikan aplikasi booting (menjalankan) sistem operasi. Partisi ini tidak wajib untuk dibuat. partisi ini hanya akan digunakan jika nanti user akan melakukan instalasi dengan menggunakan metode multi boot. Sistem filenya juga secara umum dapat menggunakan ext4.

Baca Juga: Metode-metode Instalasi Sistem Operasi Jaringan Komputer

4. Swap, atau Ruang SWAP
Partisi SWAP adalah partisi RAM pada sistem Linux. Partisi ini dapat digunakan sebagai RAM tambahan (memori virtual). Ini berguna pada saat sistem kehabisan RAM (fisik). Semakin banyak jumlah aplikasi yang dijalankan semakin besar jumlah RAM yang digunakan. Pada saat sistem kehabisan RAM, Linux dapat menggunakan partisi swap ini sebagai RAM tambahan. Dalam Linux ada istilah swapping yang digunakan untuk menunjukkan proses pemindahan page dari memori RAM ke swap. Page adalah blok-blok pada memori. Ukuran dari partisi ini minimal sama dengan besarnya RAM yang ada. Namun disarankan agar besarnya swap dua kali RAM. (Baca Juga: Pengertian dan Fungsi RAM Komputer)